Posted by: anthonycd | August 12, 2009

Our fish ancestors

hahaha…, ini sekedar selingan, gambarnya gw dapat dari buku Why men don’t listen and women can’t read maps.

our fish ancestors

our fish ancestors

Posted by: anthonycd | August 12, 2009

PERTANYAAN UMUM UNTUK MAHASISWA KEDOKTERAN

A             : mengapa baju dokter warnanya putih?
B             : karena melambangkan kesucian…?
A             : salah
B             : karena melambangkan kebersihan…?
A             : bukan…..
B             : …melambangkan kejujuran!! (mulai kesal)
A             : bukan juga….., yang bener karena kalau hitam nanti dikira mau saingin dukun!!

-just joking-

Selama bertemu dan bercengkrama dengan orang-orang, ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh orang-orang yang saya temui. Tentu saja mereka bukan dari kalangan medis dan mereka bertanya berdasarkan pengetahuan umum mengenai pendidikan kedokteran. Sekali lagi pertanyaan-pertanyaan ini tidak mutlak selalu ditanyakan semua. Namun, BIASANYA ditanyakan.

Uda semester berapa?

Untuk orang yang baru mengetahui kalo gw menuntut ilmu di fakultas kedokteran, pertanyaan basa-basi ini biasa dilontarkan untuk pertama kali. Tujuannya adalah sebagai batu pijakan untuk pertanyaan selanjutnya. Jawabannya pun biasanya tidak banyak penjelasan. Cukup bilang: “baru semester sekian….” atau “baru tingkat sekian…” Mungkin pertanyaan ini pertanyaan paling umum. Tidak terbatas kepada mahasiswa kedokteran saja, tetapi juga kepada mahasiswa pada umumnya.

Uda belajar di rumah sakit?

Pertanyaan ini biasanya menyusul setelah gw ditanya semester berapa. Berhubung gw masih pre-klinik*, gw jawab: “belum”. Berhubung gw masih pre-klinik juga, gw ga tau pertanyaan apa yang bakal dilontarkan kalo gw jawab: “sudah”. Namun, pertanyaan ini tidak terlalu sering ditanyakan, mungkin karena orang-orang sudah tahu bahwa belajar di rumah sakit baru dilakukan di semester akhir.

Uda pegang mayat?

Ini merupakan pertanyaan pamungkas yang biasa dilontarkan oleh orang-orang. Pertanyaan ini paling banyak gw dapatkan. Mungkin hampir semua orang, kecuali orang medis tentunya, yang menanyakan pertanyaan ini. Biasa gw jawab dengan sedikit penjelasan. Terkadang kita (mahasiswa kedokteran) bisa membuat orang lain merinding dengan menjelaskan bahwa mayat yang ditemui kebanyakan sudah tidak utuh lagi, dengan kata lain hanya organ-organ tertentu saja. Misalnya, hanya otaknya saja, hatinya saja, jantungnya saja, dan lain-lain. Namun, hal itu tentu saja untuk kepentingan akademik dan disesuaikan dengan kurikulum mahasiswa kedokteran. Tidak ada maksud untuk membuat orang lain muntah atau tidak nafsu makan, asal jangan dijelaskan ketika sedang makan.

Ga jijik?

Sebagai orang awam, tentunya banyak yang merasa jijik dengan memegang mayat, apalagi hanya organ tertentu saja. Pertanyaan ini biasa menyusul pertanyaan sebelumnya dan jawaban yang diberikan biasanya: “kalau sudah biasa ya ga jijik”. Namun, untuk kepentingan komunikasi, biasanya gw tambahkan penjelasan: “justru yang ga enak pengawetnya, bikin mata perih dan hidung sakit”. Untuk mengakali pengawet yang menusuk hidung dan mata, biasanya banyak teman-teman yang menggunakan alat proteksi seperti: jas lab (ini wajib), handscoen (ini wajib kalau ujian praktikum. Sedangkan saat praktikum, asal merasa pede dengan ilmunya, tidak dipakai juga tidak apa-apa), masker (untuk yang tidak tahan dengan baunya), atau google (untuk yang tidak tahan dengan perihnya di mata, sepanjang yang gw tau, hanya ada satu orang yang pake alat ini).

Itu mayatnya dari mana ya?

Masih paket pertanyaan seputar mayat, pertanyaan ini tidak terlalu sering ditemukan. Paling tidak, tidak sesering pertanyaan sebelumnya. Jawaban yang biasa gw berikan: “ga tau, tau-tau uda ada tiap kali praktikum” atau kalau mau lebih diplomatis: “mungkin dari gelandangan atau orang yang ga dikenal, atau mungkin sumbangan, walaupun yang terakhir itu agak jarang…”.

Uda belajar suntik blom?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaa non-mayat yang sering gw temukan. Sekali lagi, karena gw maish per-klinik, biasa gw jawab: “sudah, tapi baru ke boneka, blom ke pasien…” atau kalau ingin menakut-nakuti teman-teman bisa ditambahkan: “paling banter ke temen, buat kepentingan praktikum…” Kadang diikuti dengan reaksi: “kalo gitu gw ga mau jadi temen lu!!” >.<

* pre-klinik: fase sebelum klinik. Pada fase ini masih diajarkan ilmu dasar kedokteran dan kuliahnya masih di ruang kuliah, dalam kasus gw ber-230an orang. Belum “terjun” ke rumah sakit.

Posted by: anthonycd | August 7, 2009

first post

Hai, ini post pertama gw, haha…. Gw masih belum kepikiran apa aja yg mau gw tulis di blog ini, apa temanya, bagaimana konsepnya, dan belum ada jadwal teratur buat nulis blog ini. Karena gw abru pertama kali blogging, mungkin gw bakal belajar hal-hal tersebut seiring berjalannya waktu, haha….

Thx a lot buat Mac yg uda bantuinbikin blog, biarpun agak bingung juga awal-awal. Singkat kata, jangan bosen-bosen kirim komen ke blog ini, hehe….

Categories